Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Thursday, July 30, 2020

Review Buku - Orang-orang Biasa Karya Andrea Hirata



Judul: Orang-Orang Biasa
Pengarang: Andrea Hirata
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Penerbit Bentang
Cetakan: I, Februari 2019
Tebal: 262 Halaman
Jenis: Novel
Genre: Slice of life, Drama, Comedy
Format: Paperback
ISBN: 9786022915249


Blurb:



Review:

"Mereka yang ingin belajar, tak bisa diusir."


Novel ini ditulis oleh Andrea Hirata yang mendapati kegetiran seorang mahasiswi yang tidak dapat melanjutkan studinya di fakultas kedokteran karena tidak mampu membayar biaya sekolahnya,  sedangkan jumlah beasiswa yang ada hanyalah sedikit dan prosesnya ketat.

Orang-orang biasa bercerita mengenai secuil kehidupan tentang orang-orang biasa dengan segala halnya yang biasa saja.
Bermula dengan sebuah cerita beberapa orang biasa pada masa sekolah. Orang-orang biasa itu ialah Debut, Honorun, Tohirin, Dinah, Rusip, Nihe, Junilah, Sobri, Handai, dan Salud. Mereka adalah orang-orang yang kondisi ekonomi, tampang, dan isi kepalanya yang biasa saja.
Disamping orang biasa, terdapat juga biang pembuli sekolah, yaitu geng Trio Bastardin dan Duo Boron. Terdiri dari Bastardin, Jamin, dan Tarib; serta Boron dan Bandar.
Kawanan orang-orang biasa itu sering terlibat masalah dengan geng biang pembuli tersebut pada saat masa sekolah.

Cerita berlanjut hingga mereka menginjak dewasa. Ikatan diantara mereka masih tetap terjalin. Namun keadaan biasa mereka masih sama, biasa saja. Berbeda dengan biang pembuli yang semakin berjaya, bahkan durjana tabiatnya makin menjadi bagaikan hawar.

Dinah memiliki seorang anak bernama Aini, kepalanya sama dengan ibunya, Dinah, biasa saja. Namun Aini memiliki kegigihan dan tekad yang kuat dalam belajar dan ingin mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Namun nahas, Dinah tidak mampu membayar biaya sekolahnya di fakultas kedokteran.
Kawanan orang-orang biasa merencanakan tindakan tidak biasa karena keterbatasan mereka sebagai orang biasa namun memiliki tekad yang kuat untuk membantu menyekolahkan Aini di fakultas kedokteran. Mereka merencanakan operasi perampokan uang di bank.

Operasi perampokan yang dirancang oleh mereka berhasil membuat huru-hara--walaupun aksi mereka penuh dengan kecerobohan dan kekonyolan yang tidak sesuai rencana. :v-- di kota Belantik yang damai dan membuat Inspektur Abdul Rojali yang biasanya termangu melihat papan statistik kejahatan berubah menjadi sibuk sekaligus bingung. Orang-orang biasa ini malah tampak seperti bukan orang-orang biasa.


Novel ini memiliki makna-makna tersirat dan penuh dengan kejenakaan yang cukup menghibur.

Personal Rating : 3.5/5.
Continue reading Review Buku - Orang-orang Biasa Karya Andrea Hirata

Sunday, May 10, 2020

Review Buku - Malas Tapi Sukses: Menggapai Apa Saja Tanpa Melakukan Apa-apa Karya Fred Gratzon



Judul: Malas Tapi Sukses: Menggapai Apa Saja Tanpa Melakukan Apa-apa.
Judul Asli: The Lazy Way to Success: How to Do Nothing and Accomplish Everything
Penulis: Fred Gratzon
Ilustrasi Gambar: Lawrence Sheaff
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Ridwan Muzir
Penerbit: Penerbit Gemilang
Cetakan: III, Desember 2018
Tebal: 330 Halaman
Jenis: Pengetahuan Bergambar
Genre: Self-Improvement
Format: Paperback
ISBN: 9789791997423


Blurb:

Malas Tapi Sukses sangat berbeda dari buku-buku yang pernah Anda baca atau lihat selama ini. Di sini Anda akan belajar menjalani suatu jenis kemalasan yang menjurus pada kinerja tanpa usaha--kemampuan menuntaskan apa saja tanpa melakukan apa-apa.

Buku yang tak biasa ditampik ini menyodorkan cara pandang baru. Ia membuktikan kekeliruan pendapat yang selama ini lumrah diterima bahwa kesuksesan hanya lahir dari kerja keras. Bahkan, buku ini dengan mendalam dan meyakinkan serta penuh humor berpendapat yang sebaliknya--bahwa berbuat sedikit itulah yang sebenarnya menghasilkan yang lebih banyak.

Jalan istimewa menuju sukses ini sekarang terbentang di hadapan Anda.
Jadi, santailah. Bersandarlah dan selonjorkan kaki Anda. Nikmatilah formula tanpa kerja keras ini demi meraih kekayaan, kesehatan, dan kebahagiaan yang melimpah.

Review:

"Kemalasan datang dalam berbagai tingkat. Namun yang paling umum tentu saja adalah kemalasan yang dihabiskan dengan cara duduk-duduk di depan TV, di mana menghindari kerja adalah ganjaran yang paling luar biasa. Tipe kemalasan ini jelas punya nilainya sendiri dan harus dikembangkan dan dimatangkan, karena segala bentuk kemalasan adalah anugerah dari surga. "


Lagi-lagi buku dengan tema kemalasan. Yahh, memang buku dengan tema kemalasan seperti ini tuh suka menarik perhatian dan bikin penasaran memang. :v
Buku ini sebenarnya dibeli dan sudah dibaca setahun sebelum buku karya Dodaeche.
Namun saya baru ada mood lagi untuk menulis resensi buku. xD

Lihat juga : Review Buku - Malas Itu Perlu: Menjadi Sukses Tanpa Susah Payah Karya Dodaeche

Jika dilihat sekilas covernya, buku ini tampak seperti buku ringan yang didedikasikan untuk anak-anak semata. Tapi kenyataannya tidak. Buku ini dikemas begitu mendalam dan filosofis. Namun walaupun begitu, buku ini juga diiringi dengan ilustrasi dan humor, yang menjadikannya asik untuk dibaca.

Di dalam bukunya ini Fred mengajak pembacanya untuk menjadi pemalas, tapi bukan pemalas yang menjurus menjadi kaum rebahan, melainkan agar kita bisa bersikap dengan cerdas dan inovatif dalam melakukan suatu hal. Seperti yang kita tahu, teknologi yang serba instan pada zaman sekarang ini ada karena orang-orang kreatif yang tidak mau berbuat banyak dan repot. Orang kreatif adalah orang yang malas, ujarnya.

Fred mengatakan, jika kerja keras dapat membuat kita kaya atau sukses merupakan sebuah kekeliruan. Karena makin keras dan berat pekerjaan yang dilakukan maka makin sedikit upah yang akan diterima. Sebaliknya, ketika usaha berkurang (jika diukur dengan uang yang dihasilkan) justru semakin meningkat. Jika orang digaji berdasarkan keras dan beratnya kerja yang dilakukannya maka seharusnya para pekerja kasar akan menjadi orang paling kaya.
Secara sederhana, jika dalam tingkatan manajemen maka Fred mengajak kita agar bekerja pada posisi top level manajemen, yang artinya pekerjaan yang lebih mengandalkan ketangkasan dalam berpikir menggunakan otak bukan otot.

Dalam bukunya ini, Fred juga mengajak para pembaca untuk mencari dan menemukan akan suatu aktivitas yang ketika dilakukan akan menimbulkan perasaan bahagia atau kepuasan (passion). Layaknya seorang anak-anak yang asik bermain game. Ketika levelnya semakin naik maka akan terasa lebih asik dan bergairah. Sebuah permainan yang membiarkan pikiran mengalir tanpa hambatan--bereksplorasi, bereksperimen, bertanya, mengambil resiko, bertualang, mencipta, menemukan dan menuntaskan--tanpa khawatir akan ditolak atau tidak disetujui dan tidak disukai.
"Jika Anda dapat menemukan pekerjaan yang Anda sukai, Anda tidak akan perlu bekerja barang sehari pun dalam hidup Anda." (Confucius).

"Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan maka ia tidak lagi menjadi sebuah pekerjaan.
Makin Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan semakin berkomitmen padanya secara spontan.
Makin besar komitmen Anda, makin dalam pengetahuan yang Anda peroleh.
Makin dalam pengetahuan Anda, pengetahuan itu makin kuat.
Makin kuat pengetahuan Anda, makin mudah bagi Anda mencapai kesuksesan, karena pengetahuan yang dalam dan kuat adalah kunci untuk melahirkan pemikiran dan penemuan solusi-solusi cerdas bagi berbagai persoalan.
Dan dengan pengetahuan yang mendalam itu Anda akan cepat menangkap peluang-peluang yang tersedia dan memilih yang terbaik." Ujar Fred.

Kemalasan itu hal yang perlu, karena seringkali kita mendapatkan suatu ilham ketika sedang bersantai dan tidak melakukan apa-apa. Jadi bermalas-malasan pun bukanlah hal yang buruk, karena tubuh pun punya hak untuk beristirahat. Jarang sekali ilham muncul ketika orang memaksakan melakukan suatu aktivitas, yang ada malah timbul stress.

Sebenarnya masih banyak juga yang dibahas dalam buku ini, seperti kutipan-kutipan tokoh dahulu (dari berbagai bidang), sejarah, sains, dan juga spiritual.
Saya sangat menyukai buku ini, karena, selain bahasannya yang mendalam terdapat juga ilustrasi-ilustrasi yang diiringi dengan humor.


Personal Rating : 4/5.
Continue reading Review Buku - Malas Tapi Sukses: Menggapai Apa Saja Tanpa Melakukan Apa-apa Karya Fred Gratzon

Tuesday, April 7, 2020

Conan & Kindaichi: Dua Serial Manga Detektif Populer


"Kebenaran selalu ada satu!"
"Akan kupecahkan kasus ini atas nama kakekku sang detektif terkenal!"

Pasti sudah tidak asing lagi dengan kedua manga ini jika memang Anda penikmat genre misteri apalagi sejenis detektif.
Yap, Detektif Conan yang cerita dan ilustrasinya oleh Aoyama Gosho dan Catatan Kasus Kindaichi cerita oleh Seimaru Amagi dan diilustrasikan oleh Fumiya Satou. Bahkan dulu kedua animasi (dalam B.Jepangnya Anime) serial ini pernah tayang di pertelevisian Indonesia. Conan pernah tayang di Indosiar sedangkan Kindaichi pernah tayang di TV7.

Pada postingan ini saya ingin sedikit membahas tentang perbedaan kedua manga ini beserta kelebihan kekurangannya masing-masing dan ini hanya opini pribadi, jika ingin berpendapat lain jangan sungkan untuk ditulis di kolom komentar. :D

Yang pertama Detektif Conan.
Saya mengikuti Detektif Conan dari awal hingga saat ini dan pada vol terbaru (96) banyak fakta-fakta menarik yang mulai terungkap seperti:

- Kepala Kepolisian yang tahu dalang di balik Mouri Kogoro Tidur dan mengatakan Bourbon (Code Name untuk Amuro) yang bisa jadi dia adalah anggota organisasi.
- Kemudian pada kasusnya kid bisa dilihat tingkah Heiji yang mulai agresif terhadap Kazuha--walaupun itu sebenarnya adalah kid yang sedang menyamar menjadi Kazuha---dan pada akhir kasus terdapat kilas balik Inspektur Morofushi yang membicarakan tentang adik laki-lakinya yang bernama Hiromitsu--yang tidak lain adalah Scotch--memiliki teman bernama Zero (Amuro) , namun di samping itu Detektif Sato membawa sebuah berkas dan menyinggung tentang Matsuda yang sudah tewas karena bom dan juga Date yang tewas karena kecelakaan lalu lintas disertai ilustrasi yang terdapat Matsuda, Morifushi, Date dan Rei (bisa berarti juga nol atau Zero) saat zaman sekolah kepolisian dulu dan itu menjadi penyebab muncul spin-off Wild Police Story.
- Pada kasus terakhir terungkap fakta menarik juga, yaitu seorang dokter wanita yang dikaguimi oleh Amuro ternyata adalah Ibunya Miyano Shiho, yang sekaligus pembuat Apoptoxin 4869 (APTX4869).

Opini:
Bisa dilihat, dalam satu volume Conan bisa terdiri dari 3 kasus dan ceritanya ke sana ke mari, karena memang Conan sendiri karakternya banyak dan menimbulkan banyak spin-off. Sehingga menyebabkan orang yang hanya mengikuti Conan sepotong-sepotong atau tidak dari awal pasti bakal kebingungan dan mengira Conan tidak memiliki alur cerita.
Untuk dari segi kasus pun saya lebih menyukai dan memilih kasus-kasus yang dulu, kasus-kasus yang baru cenderung repetitif menurut saya dan lebih fokus ke pengungkapan fakta-fakta, khususnya orang-orang yang terlibat dengan Black Organization.

Yang selanjutnya Catatan Kasus Kindaichi.
Pada serial manga terbarunya yaitu Kidaichi 37 tahun yang menceritakan tentang Kidaichi yang sudah beranjak dewasa. Namun ada yang berbeda kali ini, Kindaichi tidak ditemani oleh Miyuki. Kindaichi bekerja di sebuah perusahaan Public Relation dan dia tidak mau menjadi detektif bahkan memecahkan kasus pun tidak mau. Namun apa yang terjadi? Acara yang digelar oleh perusahaan itu mengantarnya kembali ke pulau di mana terjadi kasus pembunuhan berulang-ulang kali di gedung opera. Kindaichi berusaha berpikir positif namun apa daya, sosok phantom terbayang-bayang lagi dan terjadi lagi kasus pembunuhan di pulau itu. Nahas sekali.

Opini:
Kindaichi tidak ingin memecahkan kasus lagi, namun ia tidak dapat lari dari takdir. Pada volume 1 itu hanya berisi satu kasus saja, bahkan kasusnya pun belum selesai. Yang artinya, kasus yang ada pada Kindaichi begitu kompleks dan tidak buru-buru. Dan belum ada info tentang Takato Youichi--kriminal yang dapat mendorong orang melakukan pembunuhan sekaligus menyuguhkan trik cerdas dalam pembunuhannya--pada volume 1 ini.

Kesimpulan:
Conan ceritanya lebih berkembang dan terdiri dari banyak karakter pokok, namun itu juga bisa menjadi kekurangannya karena membuatnya seperti terbelit-belit. Dari segi kasus Conan cenderung pendek-pendek bahkan dalam satu volume bisa terdiri dari 2-3 kasus, dan saya lebih menyukai kasus-kasus Conan yang dulu.
Kindaichi sebaliknya, hanya fokus kepada pengejaran Takato Youichi dan karakternya pun tidak terlalu banyak. Dari segi kasusnya begitu kompleks, selain itu kasusnya cenderung berupa locked room dan berhubungan dengan suatu fenomena supranatural yang membuat kasus-kasusnya seperti kejahatan mustahil.


Oke saya kira cukup lah sudah cukup banyak whahaha, yahhh masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya dan ini hanya dari sudut pandang penikmat tentunya, jika sudut pandang pembuat tentunya bukanlah hal yang mudah membuat kasus-kasus dan plot yang ajib, kan?
Dan sebagai penikmat, tentunya saya menikmati kedua serial manga detektif tersebut.

Dan sekali lagi, silahkan berkomentar jika ada pendapat lain. :D
Continue reading Conan & Kindaichi: Dua Serial Manga Detektif Populer

Wednesday, March 4, 2020

Review Buku - Malas Itu Perlu: Menjadi Sukses Tanpa Susah Payah Karya Dodaeche



Judul: Malas Itu Perlu: Menjadi Sukses Tanpa Susah Payah
Judul Asli: Anyway, Be Kind To My Self Today
Penulis & Ilustrasi: Dodaeche
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Claudia Yuliani Kurnia
Penerbit: Penerbit Kaifa
Cetakan: I, September 2018
Tebal: 275 Halaman
Jenis: Cerita Bergambar
Genre: Slice of life
Format: Paperback
ISBN: 9786020851990


Blurb:

"Wah...kenapa hujannya bisa berkumpul di sebelah situ saja, ya?"
"Serem..."
"Fenomena apa ini?"
*Pipa saluran pembuangan di atap.

Hidup ini bagaikan lelucon.
Ada hal-hal yang tidak perlu dicari jawabannya.
Mengapa begini atau begitu. Jalani saja apa adanya.

Review:

"... Saat ini, aku hanya menjalani kehidupan dengan biasa-biasa saja, tanpa pusing-pusing memikirkan kapan nasib baik akan datang kepadaku. "


Sudah memasuki bulan Maret, bulan ketiga, padahal saat dua bulan yang lalu saya memulai blog ini niatan awalnya adalah menulis resensi buku-buku yang sudah selesai saya baca, namun kenyataannya, hanya satu buah buku saja yang baru saya resensi. Entah kenapa susah sekali mengumpulkan mood untuk menulis resensi buku. xD

Oke, awalnya saya kecewa dengan dengan buku ini. Kenapa tidak? Karena isi konten buku ini tidak seperti judul dan harapan saya ketika membeli buku ini. Yahh, tapi saya tidak bisa menyalahkan penulisnya, karena memang pada dasarnya juga bukan salah penulis. Tapi akal-akalan dari penerbit yang mengubah judulnya dan malah jauh dari konteks isi bukunya, yang mungkin bertujuan agar bukunya terlihat lebih menarik di mata pelanggan--terkhusus tipe orang pemalas seperti saya ini, mungkin? wkwk--dan saya rasa seharusnya judul buku tidak perlu diubah apalagi terlalu jauh dari konteks bukunya seperti ini.

Walaupun begitu saya tetap membacanya, buku ini berhasil menarik perhatian saya, karena pada dasarnya saya tidak akan membeli buku yang tidak menggugah minat saya, sekalipun bukunya cukup laris.

Buku ini lebih seperti diary atau catatan harian dan unek-unek dari Dodaeche sendiri disertai beberapa ilustrasi gambar sederhana namun unik dan terkesan lucu.
Diawali dengan cerita sebuah ubi yang tumbuh di jajaran ginseng yang mengira dirinya pun adalah ginseng. Ubi itu selalu terlihat bahagia dan bangga karena dirinya adalah sebuah ginseng. Ginseng lain yang hidup bersama berjajar di sampingnya merasa perlu memberitahunya bahwa dia adalah sebuah ubi, bukanlah ginseng, akan tetapi ginseng itu merasa tidak enak hati, namun pada akhirnya ginseng pun memberitahunya karena dia merasa ubi itu telah melanggar kodratnya jika dia tetap beranggapan dirinya adalah sebuah ginseng.
Pada awalnya ubi itu tampak shock, tapi tak lama kemudian dia kembali ceria dan bangga bahwasanya dia adalah sebuah ubi.

Cerita itu mengindikasikan pentingnya penerimaan dan berbangga akan diri sendiri, walaupun mungkin kita tampak berbeda dan memiliki beberapa kekurangan. Dengan demikian kita bisa selalu enjoy dan nyaman dengan diri sendiri seperti ubi itu, bukan?
Cerita itu juga yang membuat Dodaeche, orang biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja menjadi dikenal banyak orang hingga terciptalah buku ini.

Di dalam bukunya ini, Dodaeche sering menceritakan dan mengeluhkan kehidupannya yang biasa saja, orang-orang yang tidak menyukainya dan masalah hidup lainnya, hingga akhirnya berpikir,
"Kehidupan ternyata bukan sekedar kesulitan/kemudahan, melainkan sisi kesulitan yang ini atau sisi kesulitan yang itu atau kesulitan 1, kesulitan 2 atau kebosanan 1, kebosanan 2."
Dalam mengatasi itu Dodaeche melakukan berbagai cara agar pikirannya bisa teralihkan pada hal lain dan enjoy kembali.

Pernah suatu hari ketika rekan kerja Dodaeche sembuh dari suatu penyakit parah setelah cuti panjang untuk pengobatan, namun dia tetap harus melakukan kontrol secara berkala karena masih ada kemungkinan penyakitnya itu akan kambuh.
Sebelumnya dia tidak tahu jika rekan kerjanya itu mengidap penyakit yang parah, karena rekan kerjanya itu selalu hidup tanpa mengeluh dan mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Dodaeche pun kagum kepadanya dan berkata,
"Orang-orang yang menang melawan kesulitan sebenarnya telah menyelamatkan hidup mereka sendiri dan hanya dengan bertahan hidup seperti itu, kita bisa saja memberikan keberanian untuk orang lain.
Orang yang kelihatannya selalu hidup dengan hati yang positif dalam situasi sesulit apapun, bisa saja telah melakukan segalanya agar bisa menjadi positif seperti itu."

Overall buku ringan ini cocok dibaca ketika santai dan dapat diselesaikan seharian. Selain itu, buku ini juga cukup memiliki banyak value yang bisa dipetik.

Personal Rating : 3/5.




Continue reading Review Buku - Malas Itu Perlu: Menjadi Sukses Tanpa Susah Payah Karya Dodaeche

Sunday, February 9, 2020

Perbedaan Sinopsis dan Blurb

Saya kepikiran untuk menulis ini karena saya juga sebelumnya keliru menganggap sinopsis dan blurb itu merupakan hal yang sama. Bagaimana tidak. Ketika saya melakukan blogwalking ke blog-blog yang bertema buku saya melihat ada yang menggunakan kata sinopsis ada juga yang menggunakan kata blurb sebagai pembukaan atau penjelasan singkat tentang buku yang akan di review atau di resensikan. Akhirnya saya penasaran, cari tahu mengenai kata sinopsis dan blurb itu. Saya mendapati bahwa saya keliru menganggapnya sama, bahkan saya pun langsung mengganti kata sinopsis dengan blurb pada review buku sebelumnya, hahaha.

Nah terus apa bedanya?

Setelah saya berselancar di gugel, kiranya kurang lebih seperti ini.

Sinopsis merupakan ringkasan cerita sebuah novel tanpa menghilangkan unsur-unsur intrinsik yang ada, seperti tema, tokoh, alur (plot), latar (setting), sudut pandang, gaya bahasa dll serta awal cerita (orientasi), urutan kejadian (komplikasi), klimaks, dan penyelesaian konflik (resolusi), ditulis secara lengkap. Biasanya sinopsis dibuat oleh penulis ketika ingin mengirimkan naskahnya kepada penerbit.

Sedangkan Blurb.

Blurb merupakan deskripsi singkat terkait buku yang bersangkutan dengan tujuan promosional. Blurb bisa ditemukan di sampul belakang buku. Biasanya berupa potongan cerita yang dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat pelanggan agar membeli buku tsb.


Singkat saja hehehe. Bagaimana? Beda kan?
Setelah membaca artikel ini semoga tidak keliru seperti saya ya, hehehe.
Oke, semoga bermanfaat.
Continue reading Perbedaan Sinopsis dan Blurb

Wednesday, February 5, 2020

Review Buku - The Good Neighbor Karya Ilham Mahendra


Judul: The Good Neighbor
Pengarang: Ilham Mahendra
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Penerbit Noura Books
Cetakan: I, Juni 2019
Tebal: 364 Halaman
Jenis: Novel
Genre: Misteri, Thriller
Format: Paperback
ISBN: 9786023858897


Blurb:

Tidak setiap hari seekor anjing mengendus mayat.
Namun itulah yang terjadi di kompleks perumahan Parkville.
Seorang gadis ditemukan tewas terbunuh, terkubur di sebuah tanah kosong setelah menghilang berhari-hari. Pertanyaannya: siapa? Siapa yang tega mengakhiri hidup seorang gadis SMA berprestasi yang menjadi idola banyak orang?
Tidak ada bukti. Tidak ada petunjuk. Semua penghuni Parkville memiliki alibi yang kuat dan tidak ada satu pun yang bisa dicurigai. Namun benarkah begitu?
Adakah sesuatu yang mereka sembunyikan?
Adakah...seseorang yang mereka lindungi?

Review:

"Dolus dan Culpa. Hanya ada dua jenis kasus pembunuhan. Pembunuhan dengan unsur kesengajaan atau karena kealpaan semata. Disengaja atau tidak sengaja ..."


Saya mengawali konten kategori books dengan me-review buku yang terakhir saya beres baca. Novel ini ditulis oleh pengarang lokal. Saya sebenarnya tahu mengenai buku ini dan tertarik ketika saya mengamati diskusi pada shoutbox kindaichi-lovers. Awalnya membahas mengenai adanya kesamaan suatu trik di suatu kasus Kindaichi Shonen no Jikenbo karya Amagi dengan novel Tokyo Zodiac Murders karya Shoji Shimada. Bahasannya cukup panjang. Dan saya pun menjadi tertarik dengan novel karya Shoji Shimada itu. Hingga kemudian salah satu user itu menyebut tentang novel The Good Neighbor. Dan dia merekomendasikan untuk mencoba novel ini.
Lalu suatu hari saya pergi ke suatu toko buku dengan tujuan mencari bukunya Shoji Shimada itu sekaligus melihat buku-buku baru yang dipajang, dengan harapan ada yang menarik dan sesuai minat saya. Namun setelah saya cari-cari hasilnya nihil. Tapi saya justru menemukan buku ini, dan akhirnya saya membelinya. 

Diawali dengan sebuah epilog yang menceritakan ditemukannya mayat seorang gadis yang terkubur di sebuah lahan kosong sudut blok pada perumahan mewah yang bernama Parkville. Gadis itu ditemukan oleh seekor anjing pemilik salah satu warga yang bermukim di sana, anjing itu menggali tanah di lahan kosong tsb, hingga lama-kelamaan muncul seperti helaian rambut hingga akhirnya menyembul sebuah kepala seorang gadis dengan kondisi yang mengenaskan. Matanya terpejam. Bibirnya berwarna biru kehitaman. Kepalanya bersimbah darah dan terdapat belatung pada bagian belakangnya. Rambut beserta kukunya sudah mulai lepas dan kulit yang sudah membusuk. Nama gadis itu adalah Annisa Anastasya.

Tersangka:

Keluarga Edyanto Blok D3 No.9
- Rini (42 Tahun); Dosen.
- Mikael (40 Tahun); Dosen.
- Eric (18 Tahun); Putra Tunggal.
- Dwi (23 Tahun); Asisten Rumah Tangga.
Keluarga Adiputra Blok D3 No.13
- Radit (29 Tahun); Pengacara.
- Lisa (26 Tahun); HeadHunter.
Keluarga Angkasa Blok D3 No.10
- Christian (42 Tahun); Dokter.
- Debby (16 Tahun); Putri Tunggal.
- Wanda (42 Tahun); Kimiawan.
Keluarga Wotanto Blok D3 No.11
- Sandi (40 Tahun); Anggota DPRD.
- Helen (38 Tahun); Ibu Rumah Tangga.
- Ester (67 Tahun); Mantan Jaksa.
Keluarga Korban Blok D3 No.12
- Salma (43 Tahun); Banker.
- Rudi (43 Tahun); Pebisnis.

Pada bagian satu interogasi rasanya hambar dan datar. Hingga tiba pada giliran Debby, adik kelasnya korban yang sekaligus mengidolakannya juga, Debby orang pertama yang berani memberikan informasi secara terbuka. Dia menyebutkan beberapa nama teman dari korban, yaitu Cindy, Aulia, dan Maya, dengan demikian jumlah tersangka pun bertambah. Dari situ saya mulai asyik membaca. Pada bagian interogasi ini penulisnya sering menggambarkan gerak-gerik atau bahasa tubuh dari tersangka yang bisa dijadikan petunjuk tersirat akan informasi yang diberikan. Dapat dlihat juga penyidik yang bernama Bagas itu nampak memiliki suatu traumatis. Pada akhir bagian interogasi ini terdapat informasi tambahan, mengenai Maya.

Pada bagian kedua merupakan bagian kilas balik yang menceritakan sifat dari Annisa Anastasya sekaligus hubungannya dengan para tetangga di sekitaran bloknya (daftar tersangka) dan juga teman-temannya (Cindy, Aulia, dan Maya). Bagian ini menunjukkan motif-motif dari para tersangka.

Bagian ketiga petunjuk, traumatis yang dialami Bagas sebenarnya sudah membaik kala dia lulus SMA namun kasus yang sedang dia selidiki membuat trauma itu menggerogoti dirinya lagi. Di sini menceritakan penyelidikan Bagas dan dia menemukan petunjuk baru yang diberikan Salma berupa dua potongan koran yang berisi judul mengenai kasus pembunuhan seorang istri yang membunuh suaminya yang terjadi 18 tahun silam. Eric yang biasanya menghindar dalam memberikan informasi tiba-tiba mau bicara panjang lebar mengenai kasus ini di kantor polisi.

Setelah itu berlanjut ke bagian mengenai kronologi peristiwa penyebab kematian korban dan bagian kilas balik penyebab traumatis Bagas.

Secara keseluruhan saya menyukai plotnya, dan saya rasa judulnya cukup unik setelah saya selesai membacanya. Judulnya itu bisa berupa sindiran atas korban dan pelakunya atau memang menunjuk ke pelakunya sendiri. Saya tidak tahu. Tapi rasanya ironis. xD

Tapi rasanya kurang greget, karena pelaku hanya bertindak memanfaatkan kesempatan yang ada. Tapi pelakunya ini cukup pandai mengolah situasi agar dirinya tidak dicurigai. Namun saya langsung ngeh ketika saat kilas balik traumatis Bagas.

Dan yang ironisnya lagi, di bagian epilog akhir terdapat berita mengenai pelaku sebenarnya, yang mengindikasikan bahwa dia tidak 'ditangkap'.
Saya hanya menulis beberapa bagian yang sekiranya dapat membuat penasaran. Karena cerita-cerita misteri tidak akan seru rasanya jika terlalu jelas. Hehehe.

Personal Rating : 3.5/5.
Continue reading Review Buku - The Good Neighbor Karya Ilham Mahendra